Sabtu, 19 Januari 2019

Perkembangan Teknologi Informasi

Assalamu'alaikum
Halo semuanya....kali ini ada yang beda dengan postingan saya sebelumnya, apa yaaaa???
Nah, iya kali ini saya akan memposting materi mengenai Teknologi Informasi Komunikasi dalam dunia pendidikan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

Sejarah munculnya TIK

Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.

Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an.

Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasamaupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimediamendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.
Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika(telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini.
EncartaDictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunicationinformatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran.
Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-booke-learninge-laboratorye-educatione-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar.
Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conferenceyang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer.
Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Teknologi adalah suatu pembaharuan yang memudahkan, lebih jelas teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Informasi adalah keseluruhan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti dan manfaat.
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari satu pohak ke pihak lain.
Jadi, TIK adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pemrosesan, pengelolaan, manipulasi dan pemindahan informasi.
Posisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) perlu digambarkan, sehingga 
keberadaanya menjadi jelas. Posisi TI sering disamakan dengan TIK atau bahkan 
dianggap lebih luas dibandingkan dengan TIK, sehingga sering salah dalam menentukan 
posisinya. TIK memiliki bidang kajian yang bermacam-macam, karena dalam TIK tidak 
hanya membahas masalah teknologi informasi dan komputer, tetapi juga membahas 
teknologi komunikasi/telekomunikasi. Adapun kajian TIK menurut Lantip Prosojo, 
(2011, 3) adalah sebagai berikut : 1) e-Learning; 2) manajemen informasi; 3) teknologi 
informasi; 4) teknologi komputer; 5) sistem informasi mamajemen; 6) internet; 7) 
teknologi telekomunikasi(handpone, telepon, teknologi kabel dan nirkabel); 8) teknologi 
jaringan komputer; 9) Sitem keamanan jaringan komputer; 10) sistem basis data. Dengan 
demikian dapatlah dikatakan bahwa TI merupakan bagian dari bidang ilmu TIK yang 
pada implementasinya saling terkait satu sama lainnya.
Perubahan di dalam semua segi kehidupan manusia dewasa ini terutama disebabkan 
karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi . Terjadinya perubahan besar tersebut 
oleh karena sumber kekuatan dan kemakmuran suatu masyarakat atau negara bukan lagi 
ditentukan oleh luas wilayahnya atau kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah , 
tetapi telah berpindah kepada penguasaan dan pemanfatan ilmu pengetahauan dan 
teknologi. 
Menurut Christine E. Sleeter & Peter L, yang dikutif oleh H.A.R. Tilaar, (2012, 55)
mengatakan bahwa terdapat tiga kekuatan yang dominan yaitu :
1). Ilmu pengetahuan,
2) Teknologi sebagai penerapan ilmu pengetahuan, 
3) informasi.
Ilmu komputer
Adalah ilmu pengetahuan yang berisi tentang teori, metode yang bersangkutan dengan software dan hardware.
Sejarah ilmu komputer
1930: Alan Turing dan Kurt Godel yang telah menciptakan alat rule system
1940: komputer elektronik
1960: Berkembangnya jurusan ilmu komputer.

Struktur dasar komputer
https://goo.gl/images/FtAUwC

Ada beberapa perangkat lunak di dalam komputer, di antaranya:
1. Perangkat lunak sistem
    a. Bahasa pemrograman
    b. Sistem Operasi (windows, linux. IOS)
    c. Utility (Partisi, defrag)
2. Perangkat lunak aplikasi
    a. Office: doc,docx, ppt, exl
    b. Multimedia: mp3, mpeg, AVI
    c. Grafis: Corel draw, photoshop
    d. Aplikasi internet: Browser (mozila, chrome, opera dan lain-lain)

Pandangan Islam mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam Al-Qur’an dan al-Hadits sangat banyak ayat-ayat yang menerangkan tentang hal ini, yaitu QS Al-Alaq: 1-5, juga terdapat dalam QS Al-Mujadalah: 11.
hubungan antara ajaran Islam dan ilmu pengetahuan serta pemanfaaatannya yang kita 
sebut iptek. Hubungan tewrsebut dapat berbentuk semacam perintah yang mewajibkan, 
menyuruh mempelajari pernyataan-perntaan, bahkan ada yang berbentuk sindiran-
sindiraan dan sebagainya. Kesemuanya itu tidak lain adalah menggambarkan betapa 
eratnya hubungan antara Islam dan Iptek sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan satu 
dengan lainnya sebagaimana yang tersebut juga dalam surat Yunus, ayat 101, yang 
artinya : Lakukanlah penelitian secara intensif mengenai apa-apa yang ada dilangit dan 
apa-apa yang ada dibumi.

Sekian materi untuk kali ini mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
semoga bermanfaat.


1 komentar: